Amankah Berhubungan Intim Saat Hamil ?

0
237
berhubungan intim saat hamil

Porosjambi.com – Di awal kehamilan, banyak sekali terjadi perubahan tubuh bagi wanita. Perubahan-perubahan itu seperti perubahan hormon, yang mengakibatkan munculnya jerawat yang dapat menganggu penampilan, pengerasan dan pembesaran payudara, mual dan muntah, perubahan mood dan emosi serta kelelahan yang dapat menurunkan hasrat keinginan untuk melakukan hubungan intim dengan suami. Ini mungkin terjadi hanya pada awal kehamilan, namun pada sebagian wanita lainnya penurunan hasrat untuk berhubungan intim ini dapat dirasakan hingga akhir kehamilan, apalagi dengan kehamilan dan perut yang semakin membesar, pinggang dan punggung yang sakit serta penambahan berat badan yang dirasakan wanita. Kondisi ini dapat berbalik pada wanita hamil lainnya, dimana yang terjadi adalah peningkatan hasrat seksual yang dikarenakan peningkatan produksi hormon di awal kehamilan.

Hal-hal yang harus diperhatikan saat berhubungan intim ketika hamil

  1. Jika kehamilan Anda normal, berhubungan intim saat hamil tidak akan membahayakan janin. Selama Anda tidak pernah mengalami perdarahan/ ancaman keguguran di masa awal kehamilan, letak plasenta normal artinya tidak menutupi jalan lahir (plasenta previa), suami tidak terkena infeksi kelamin atau HIV/AIDS dan suami tidak memakai kondom (pengaman), berhubungan ketika leher rahim sudah terbuka ataupun dimana ketuban istri sudah pecah, ibu dengan kehamilan kembar juga harus berhati-hati serta ibu hamil yang mempunyai riwayat keguguran yang terlalu sering.
  2. Perlu diketahui bahwa bayi dilindungi oleh cairan ketuban rahim yang kuat, sehingga aktivitas seksual tidak akan membahayakan. Selain itu perlindungan ini dibantu dengan otot rahim serta lendir tebal yang menutup mulut rahim agar terhindar dari infeksi seperti infeksi kelamin dan HIV AIDS. Penis yang masuk ketika bersenggama tidak akan mencapai bayi. Cairan sperma tidak membahayakan bayi, namun bagi ibu hamil yang rentan terjadi keguguran, pada kehamilan muda (trimester pertama) sebaiknya cairan sperma tidak ditumpahkan kedalam vagina. Hal ini dikarenakan sperma  mengandung zat prostaglandin yang dapat merangsang kontraksi otot rahim. Sebaliknya ketika menjelang kelahiran, sangat disarankan untuk lebih sering berhubungan dengan sperma ditumpahkan kedalam vagina, karena dapat merangsang dan mempercepat terjadinya kontraksi.
  3. Umumnya seks oral cenderung aman dilakukan di masa kehamilan. Hanya saja, pastikan agar pasangan tidak meniupkan udara ke vagina karena ada sedikit resiko tejadinya embolisme udara, yaitu udara yang menutup pembuluh darah. Kondisi ini berbahaya bagi Anda dan janin. Selain itu untuk seks anal jug tidak disarankan karena dapat menyebabkan tersebarnya infeksi bakteri dari anus ke vagina teutama jika Anda mengalami hemoroid (ambeien).
  4. Lakukan hubungan intim dengan posisi dan kondisi yang rileks, tidak melelahkan teutama istri. Semua posisi tidak membahayakan selama Anda dan suami nyaman melakukannya. Walaupun sebaiknya sangat disarankan ketika perut semakin membesar untuk melakukan posisi dimana Anda berada diatas, ataupun posisi-posisi yang tidak membuat perut Anda tertekan seperti dari belakang (doggy style) dan posisi menyamping.

Komunikasikan perubahan yang Anda rasakan pada tubuh serta mood dan emosi  kepada pasangan, sehingga Anda berdua dapat mencari cara terbaik untuk berhubungan seksual. Jangan memaksakan kehendak terutama para suami ketika istri Anda tiba-tiba mengalami perubahan mood, karena hal ini lumrah terjadi pada awal kehamilan. Sedangkan Anda juga harus mengkomunikasikan pada suami jika Anda merasa tidak nyaman untuk berhubungan seksual. Keintiman tidak hanya melalui hubungan seksual, tetapi dapat dibangun dengan obrolan, pelukan dan ciuman.

Perubahan bentuk tubuh terkadang membuat Anda mungkin tidak lagi percaya diri ketika berhubungan intim. Padahal, kebanyakan pria berpendapat bahwa istrinya menjadi lebih menarik secara seksual saat hamil.

Berhubungan intim selama kehamilan sebenarnya dapat membuat Anda menjadi lebih rileks karena stres yang sering terjadi saat awal-awal kehamilan. Selain itu dapat membuat hubungan Anda dan pasangan semakin harmonis. Berhubungan intim pada saat masa hamil adalah aktivitas yang aman selama tidak ada masalah pada kehamilan tersebut. Jika ragu, konsultasikanlah bersama suami pada dokter Anda

(FY)

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here