Pasokan ASI Bunda Turun Drastis, Berikut Upaya Mengatasinya

0
104

Porosjambi.com – Aduh, kok ASIku semakin berkurang ya? Kemarin saat dipompa ASI sangat banyak, eh sekarang kok makin sedikit sih?”. Pasti bunda yang sedang menyusui pernah mengalami keluhan seperti diatas bukan? Banyak bunda yang sering membicarakan pasokan ASInya yang semakin minggu makin berkurang, baik itu dirasakan bunda yang menyusui bayi secara langsung atau yang rutin memompa ASI. Payudara terasa lembek, kosong tidak terasa penuh seperti saat awal-awal menyusui. Perasaan payudara penuh saat awal-awal menyusui bukanlah hal yang tepat, karena sebenarnya payudara memang belum mengkondisikan dan masih menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Sekitar 3-6 bulan, bahkan ada yang 9 bulan, produksi ASI akan meregulasi, dan payudara akan terasa lembek ataupun ksoong.

Perubahan ini terjadi karena saat masa awal menyusui, produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin, hormon yang memproduksi ASI. Namun lama-kelamaan hormon ini akan bertahap menurun dan ini merupakan kondisi normal. Hal ini terjadi karena dalam tubuh manusia pembentukan ASI berikutnya tidak lagi dipengaruhi oleh hormon yang semakin lama berkurang, karena nantinya akan diganti oleh kontrol autokrin (pengosongan payudara). Setelah hal itu terjadi, dalam tubuh bunda timbul kontrol lokal dari payudara. Bahwa ASI akan diproduksi sesuai kebutuhan bayi.

Produksi ASI akan terganggu apabila payudara tetap dalam keadaan penuh. Keadaan payudara yang selalu penuh dipacu karena bunda tidak sering menyusui bayinya. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI yaitu dengan menyusui sesering mungkin, karena hisapan mulut bayi akan membantu produksi ASI. Karena pada prinsipnya ASI diproduksi sesuai dengan permintaan. Ketika payudara penuh, maka reseptor di payudara akan mengirimkan sinyal negatif bahwa ASI penuh dan tidak usah diproduksi lagi. Sehingga semakin sering payudara dikosongkan, maka produksi ASI pun akan selalu ada dan banyak. Ini dapat terjadi jika bayi menghisap dengan benar dan kita memompa ASI di waktu yang tepat.

Apabila bunda telah mengetahui masalah ASI semakin sedikit maka bunda dapat melakukan cara untuk membantu dalam meningkatkan ASI. Langkah pertama adalah dengan meningkatkan frekuensi pengeluaran ASI. Semakin sering bayi disusui maka akan semakin banyak produksi ASI yang dihasilkan.

Adapun cara kedua untuk meningkatkan ASI adalah dengan menggunakan pompa ASI. Bunda dapat mengosongkan payudara dengan menggunakan pompa ASI. Perlu bunda ingat bahwa menyusui merupakan supply-demand sehingga produksi ASI sangat ditentukan dengan pengeluaran ASI. Bunda dapat memompa diantara waktu menyusui kemudian teruskan dengan memompa 5-10 menit setelah menyusui sehingga pijatan yang bunda lakukan dapat menstimulasi produksi ASI.

Untuk bunda hindari stress, cari hiburan, jangan terlalu lelah dan istirahatlah disela-sela waktu tidur bayi. Makan-makanan yang bergizi, minum yang banyak untuk mencegah dehidrasi jika perlu bunda dapat meminum vitamin untuk memperlancar ASI. Dengan bunda sehat dan bahagia, serta bayi aktif menyusu ataupun memompa ASI dengan tepat, maka pasokan ASI bunda akan bertambah. Namun jika ASI tetap sedikit, bunda dapat berkonsultasi secara langsung dengan ahli laktasi. Pasalnya, kondisi dari setiap bunda memiliki perbedaan, begitu pula dengan penanganan yang dilakukan. (RR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here