Mencari Kandidat Terbaik Calon KASAD

0
49

Bursa jabatan tertinggi di tubuh TNI Angkatan Darat memang selalu menarik untuk kita bahas. Seperti diketahui bahwa jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) merupakan prestasi tertinggi bagi para perwira tinggi Angkatan Darat. Bahkan, jabatan tersebut bisa menjadi jembatan untuk menduduki kursi Panglima TNI.

Tidak lama lagi, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Mulyono akan memasuki masa pensiun pada awal 2019 mendatang. Tentu saja posisi Kasad akan mengalami kekosongan dan menanti jenderal bintang empat yang baru. Seleksi untuk calon KASAD memang harus dilakukan secara matang. Melihat pesan dari Panglima TNI yang disampaikan melalui KASAD pada kegiatan “the 2018 chiefs of defense conference” di Washington DC, sepertinya calon KASAD akan mengerucut pada jenderal bintang 3 yang ahli dalam bidang terorisme.

Pertimbangan lain memilih KASAD yang berpengalaman dalam bidang terorisme adalah asumsi masyarakat bahwa paham radikalisme mulai muncul di tubuh TNI. Hal tersebut dibuktikan dari beberapa framing di media sosial yang memperlihatkan, beberapa anggota dari TNI terlibat dalam pawai dan aksi dari kelompok-kelompok yang diduga radikal.

Selain itu, tantangan kedepan bagi seluruh negara yang ada di dunia adalah perang asimetris atau perang yang tidak mengunakan senjata konvensional, yakni perang yang menggunakan metode “proxy war”. Dapat kita lihat bersama, di dunia maya nampak perang yang menekankan pada perusakan ideologi suatu negara. Baik melalui budaya, agama, dan sosial. Internet dijadikan sebagai medan perang saat ini.

Diketahui bahwa, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah melakukan mutasi sejumlah perwira tinggi di jajaran Angkatan Darat. Dari daftar tersebut, ada bererapa nama yang digadang-gadang akan menjadi calon kuat yang akan menduduki jabatan KASAD.

Tentu beberapa nama yang masuk sebagai bursa calon kuat pengganti Jenderal Mulyono telah berpangkat bintang 3. Mereka juga mempunyai pengalaman yang mumpuni dalam perjalanan karirnya sebagai militer. Berikut calon kuat dari KASAD;

1. Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman

Letjen TNI Tatang Sulaiman, lahir di Bandung,1 April 1962 dan merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1986, saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Karir militer dari Tatang Sulaiman disebut sangat baik ketika Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjabat sebagai panglima TNI.

Tatang disebut memiliki kemampuan dalam mendidik prajurit menjadi lebih baik. Hal itu ia buktikan ketika menjabat sebagai Kapuspen TNI, ia berhasil meraih 3 juara dari lima kategori pada Anugerah Media Humas (AMH) Bakohumas dan Komunitas Expo Tahun 2015. Sedangkan ketika menjabat sebagai Pangdam Iskandar Muda, ia berhasil menurunkan angka pelanggaran yang selama itu menjadi catatan hitam dan menumbuhkan prestasi dari prajuritnya.

2. Letnan Jenderal TNI Doni Monardo

Letjen TNI Doni Monardo, lahir di Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963 dan merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1985, saat ini menjabat sebagai Sesjen Wantannas. Karir dari Doni ia habiskan dalam satuan Kopassus dan pernah menjabat sebagai Danjen Kopassus dan Komandan Paspampres saat Bapak Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Presiden RI.

Selama menjadi perwira tinggi, gagasan yang menjadi andalan dari Doni Monardo selalu berkaitan dengan pelestarian lingkungan dan penguatan pangan, Hal tersebut ia terapkan ketika menjabat sebagai Pangdam Siliwangi dan Pattimura.

3. Letnan Jenderal TNI Agus Surya Bakti, M.I.Kom

Letjen TNI Agus Surya Bakti, M.I.Kom, lahir di Stabat, Langkat, Sumatera utara, 17 Agustus 1961 dan merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1984, saat ini menjabat sebagai Sesmenko Polhukam. Berbagai pengalaman operasi dan prestasi telah ditorehkannya selama berkarir sebagai militer, utamanya penugasan di wilayah-wilayah konflik selama bertugas di dalam korps baret merah (Kopassus).
 
Agus SB dikenal sebagai seorang konseptor dengan hoby membaca dan menulis buku. Sewaktu menjabat sebagai Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, ia sebagai tokoh utama yang berada dibalik lahirnya cetak biru kebijakan dan strategi pencegahan terorisme yang dijalankan oleh BNPT melalui pendekatan soft approach. Berbagai macam konsep tentang pencegahan dan deradikalisasi telah ia lahirkan, salah satunya adalah konsep pencegahan semesta, Selain itu, Agus SB juga dijuluki sebagai bapak deradikalisasi.
 
Setelah menjabat Deputi 1 BNPT, Agus SB menjabat sebagai Pangdam Wirabuana dan berhasil mengembalikan nama Wirabuana ke Hasanuddin yang menjadi harapan tokoh masyarakat Sulawesi saat itu. Selama menjabat, ia berhasil menorehkan sederet prestasi, utamanya dalam mempersempit gerakan kelompok teroris di Poso melalui operasi intelijen dan teritorial sehingga Santoso tertembak mati oleh prajurit Yonif Raider 515 Kostrad Satgas Tinombala. 
 
Selain itu, secara internal ia juga berhasil mengungkap jaringan narkoba yang melibatkan prajurit, bahkan perwira di lingkungan Kodam, menertibkan sistem perekrutan prajurit TNI AD, dan berhasil membawa prajuritnya meraih prestasi dalam bidang lomba militer, olahraga, dan lain sebagainya di level nasional.
 
Sebagian besar konsep dan buah pemikirannya, diabadikan ke dalam beberapa buku yang nantinya dapat menjadi bahan pembelajaran bagi setiap stakeholder yang terkait.

4. Letnan Jenderal TNI Andika Perkasa

Letjen TNI Andika Perkasa, lahir di Bandung, Jawa Barat, 21 Desember 1964 dan merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1987, saat ini menjabat sebagai Pangkostrad. Banyak beredar asumsi bahwa, pangkat dari Andika Perkasa meroket setelah Joko Widodo menjadi presiden RI, asumsi tersebut disebabkan karena ia merupakan menantu dari mantan Kepala BIN, Jenderal TNI (Purn) Hendropriyono.
 
Tidak banyak prestasi dalam operasi militer yang dilakukan oleh Andika Perkasa, sebab selama berkarir di dunia militer, ia fokus menjalani pendidikan hingga strata 3 di Amerika. Andika dikenal sebagai sosok jenderal dengan gaya yang sporty, hal itu dia tunjukkan ketika menjadi Dan Paspamres. 

5. Letnan Jenderal TNI Muhammad Herindra

Letjen TNI Muhammad Herindra, lahir di Magelang, Jawa Tengah, 30 November 1964 dan merupakan lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1987, saat ini menjabat sebagai Inspektur Jenderal TNI. Karir militer dari Herindra terbilang sangat baik. Ketika berpangkat kolonel, ia pernah menjadi Koorspri Kasad dan Danrem 101/Antasari. Bintang 1 ia terima setelah menjadi Wadanjen Kopassus, lalu menjadi Kasdam Siliwangi.
 
Tidak banyak prestasi dalam operasi militer yang pernah dijalankan oleh Herindra, sebab sama seperti Andika Perkasa, ia lebih banyak menempuh pendidikan formal militer dan non militer. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here