Pilihan Vaksin Kombinasi DPT Untuk Buah Hatiku

0
418

porosjambi.com – Setelah bayi lahir ke dunia, maka tugas kita sebagai ayah dan ibu selain menjaga, merawat dan membesarkan bayi adalah ingin selalu memastikan bahwa bayi kita selalu dalam keadaan sehat. Perhatian penuh orangtua kepada bayi, baik itu kebutuhan dasarnya, gizi, dan imunisasi selalu diberikan, dengan harapan bayi yang nantinya akan tumbuh menjadi anak dan remaja selalu dalam keadaan sehat dan tidak terjangkit penyakit.

Imunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan timbulnya penyakit bagi anak kita. Imunisasi adalah proses dimana seseorang dibuat resisten atau kebal terhadap penyakit menular, biasanya dengan memberikan vaksin. Sedangkan vaksin sendiri adalah sediaan biologis yang mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit, yang dibuat dari mikroba mati/mikroba yang dilemahkan, atau toksin/protein dari suatu permukaan bakteri/virus. Tujuan dari pemberian vaksin ini adalah untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar mengenali bahan tersebut sebagai benda asing, kemudian vaksin tersebut dihancurkan oleh tubuh, dan tubuh kemudian akan mengingat itu, sehingga sistem kekebalan tubuh lebih mudah mengenali dan menghancurkan mikroorgansime tersebut jika suatu saat masuk kembali ke tubuh.

Segera setelah lahir bayi mendapatkan vaksin pertamanya yaitu Hepatitis B (HB1). Saat memasuki bulan pertamanya, bayi akan mendapatkan vaksin BCG (Bacillus Calmette Guerin) dan Polio 0. Pemberian vaksin DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus) sangat dianjurkan ketika bayi berumur 2,3, dan 4 bulan berdasarkan rekomendasi IDI 2017. Selain pemberian DPT, vaksin Hepatitis B, Hib, dan polio tetap harus diberikan. Untuk meringkas waktu dan mengurangi jumlah suntikan, maka telah  tersedia berbagai vaksin kombinasi di Indonesia. Kita sering mendengar vaksin DPT Pentabio, Infanrix Hexa, dan Pediacel yang merupakan kombinasi dari vaksin DPT, Polio, Hib, dan Hepatitis B.

Vaksin Pentabio merupakan vaksin produksi Biofarma (Perusahaan Indonesia). Biofarma memproduksi vaksin DPT biasa yang sudah beredar di puskesmas dan vaksin kombinasi Pentabio. Disebut Pentabio karena vaksin ini terdiri dari 5 vaksin, yaitu Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B dan Polio Inaktif. Namun vaksin ini memiliki kekurangan, karena dapat menimbulkan demam yang cukup tinggi, demam juga dapat terjadi dalam beberapa hari, karena komponen pertusis yang digunakan masih berupa 1 sel utuh.

Vaksin Infanrix Hexa buatan Glaxo (Perusahaan Belgia) terdiri dari vaksin DPT, Hib, Polio Inaktif, dan Hepatitis B. Kelebihan vaksin ini adalah komponen pertusis yang digunakan aselluer artinya bukan komponen utuh sehingga demam yang ditimbulkan ringan, dalam waktu cepat demam hilang, bahkan beberapa bayi tidak mengalami demam.

Vaksin Pediacel Sanofi (Perusahaan Perancis) berisi vaksin DPT, Hib, dan Polio Inaktif. Vaksin ini memiliki kekurangan karena belum memiliki vaksin Hepatitis B.

Semua vaksin kombinasi diatas memiliki efektifitas yang sama dalam mecegah penyakit DPT. Memang harga vaksin kombinasi lebih mahal dari pada vaksin DPT biasa di puskesmas. Vaksin Pentabio buatan Biofarma masih menimbulkan demam yang cukup tinggi dibanding vaksin kombinasi lainnya seperti Infanrix Hexa dan Pediacel. Dari segi harga kedua vaksin DPT ini jauh lebih mahal dibanding Pentabio. Pilihan kembali ke orangtua, vaksin mana yang akan dipilih. Demi kenyamanan buah hati, terkadang masyarakat menengah keatas lebih memilih kedua vaksin ini dibandingkan Pentabio karena beresiko kecil menyebabkan demam. Bagaimanakah dengan Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here