Gubernur Jambi Akan di Periksa KPK Pada Hari Jumat Besok….

0
70

Porosjambi.com – Gubernur Jambi Zumi Zola membenarkan dirinya telah menerima surat panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberi kesaksian.

”Saya telah terima surat panggilan, dan saya akan ke KPK besok pagi (Jumat 5 Januari 2018),” ucap Zola di rumah dinasnya, Kamis (4/1/2018).

Informasi soal surat panggilan dari KPK untuk Zumi Zola sebelumnya telah beredar di media sosial. Sejumlah akun memposting perihal adanya panggilan kepada Zumi Zola dari KPK.

Sayangnya jubir KPK Febridiansyah tidak memberikan keterangan lebih lanjut terkait surat panggilan untuk Gubernur jambi Zumi Zola, padahal dari pihak zumi zola sendiri membenarkan adanya surat panggilan dari KPK.

KPK tidak hanya memanggil Zumi Zola saja, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar dalam kasus dugaan suap pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi tahun anggaran 2018.

Fachrori diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Asisten Daerah Bidang III Jambi Saifudin.

“Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAI (Saifudin),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (4/1).

Selain Fachrori, penyidik KPK turut memanggil Ketua Komisi I DPRD Jambi Tadjuddin Hasan, Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Jambi Amidy, dan Kasubbag Perbendaharaan Bakeuda Provinsi Jambi Ryan.

“Mereka diperiksa sebagai saksi untuk SAI,” tutur Febri.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jambi, Arfan, yang juga telah menjadi tersangka dalam kasus ini turut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka anggota DPRD Jambi dari Fraksi PAN Supriyono.

Sebelumnya, kuasa hukum Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, Lifa Malahanum Ibrahim menyebut, kliennya mendapat arahan dari atasannya yakni Gubernur Jambi, Zumi Zola, dalam memberikan uang ke anggota DPRD Jambi.

Dalam kasus suap pengesahan APBD Jambi tahun anggaran 2018, KPK mengamankan uang sebesar Rp4,7 miliar dari total ‘uang ketok’ yang diduga telah disiapkan pihak Pemerintah Provinsi Jambi sejumlah Rp6 miliar.

Ada uang sekitar Rp1,3 miliar yang tak ikut tersita saat OTT yang dilakukan KPK pada 28 November 2017. Belakangan, ada sejumlah anggota DPRD Jambi yang mengembalikan uang kepada KPK, namun tak disebutkan identitasnya.III Jambi Saifudin. (JP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here